Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Modul Ajar Kurikulum Merdeka: Cara Membuat Modul Ajar yang Menarik dan Efektif

Modul Ajar Kurikulum Merdeka: Cara Membuat Modul Ajar yang Menarik dan Efektif


Modul Ajar Kurikulum Merdeka: Cara Membuat Modul Ajar yang Menarik dan Efektif

Modul ajar adalah salah satu perangkat ajar yang digunakan dalam kurikulum merdeka. Modul ajar berisi tujuan, langkah, media, dan asesmen pembelajaran yang dibutuhkan dalam satu unit atau topik berdasarkan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Modul ajar mirip dengan RPP atau lesson plan, tetapi lebih lengkap dan fleksibel.

Modul ajar memiliki beberapa keuntungan, antara lain:

- Memandu guru dalam melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan capaian pembelajaran dan profil pelajar pancasila.

- Mempermudah, memperlancar, dan meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menyediakan materi, media, dan asesmen yang relevan dan bervariasi.

- Menjadi rujukan bagi guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran secara mandiri atau kolaboratif.

- Menjadi kerangka kerja yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran sesuai dengan model atau metode pembelajaran yang dipilih.

Dalam membuat modul ajar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

- Menyesuaikan modul ajar dengan karakteristik siswa, mata pelajaran, dan konteks pembelajaran.

- Mengacu pada dokumen kurikulum merdeka, seperti standar isi, standar kompetensi lulusan, silabus, ATP, dan profil pelajar pancasila.

- Memilih atau memodifikasi modul ajar yang sudah disediakan pemerintah atau menyusun sendiri modul ajar sesuai dengan kebutuhan dan kreativitas guru.

- Memastikan modul ajar memiliki komponen yang lengkap dan jelas, yaitu identitas modul ajar, pengantar, profil pelajar pancasila, model atau metode pembelajaran, media dan sumber belajar, ruang lingkup, materi esensial, tujuan pembelajaran, skenario pembelajaran, dan lampiran.

Berikut adalah contoh modul ajar kurikulum merdeka untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Menulis Artikel Berita".

Identitas Modul Ajar

Judul Modul Ajar: Menulis Artikel Berita

Nama Sekolah: SMA Negeri 1 Jakarta

Nama Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

Alokasi Waktu: 4 x 45 menit

Nama Penyusun: Budi Santoso

Pengantar

Artikel berita adalah tulisan faktual yang menyampaikan informasi terkini tentang suatu peristiwa atau kejadian yang penting atau menarik bagi khalayak. Artikel berita biasanya dimuat di media massa cetak atau daring. Artikel berita memiliki struktur yang terdiri dari judul, lead (paragraf pembuka), isi (paragraf penjelas), dan penutup.

Dalam modul ajar ini, siswa akan belajar bagaimana menulis artikel berita yang baik dan benar. Siswa akan melakukan kegiatan eksplorasi untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya. Siswa juga akan melakukan kegiatan elaborasi untuk menyusun kerangka artikel berita dan menulis artikel berita sesuai dengan struktur dan kaidah bahasa. Selain itu, siswa akan melakukan kegiatan konfirmasi untuk mengevaluasi dan merevisi artikel berita yang telah ditulis. Siswa juga akan melakukan kegiatan presentasi untuk membagikan artikel berita kepada teman sekelas atau khalayak lainnya.

Profil Pelajar Pancasila

Dalam modul ajar ini, siswa diharapkan dapat menunjukkan profil pelajar pancasila sebagai berikut:

- Beriman: Siswa dapat menunjukkan sikap jujur dan bertanggung jawab dalam mengumpulkan informasi dan menulis artikel berita.

- Berilmu: Siswa dapat menunjukkan kemampuan kognitif dalam memahami konsep dan teknik menulis artikel berita, serta kemampuan literasi dalam mengakses, memahami, dan menggunakan informasi dari berbagai sumber.

- Berkarakter: Siswa dapat menunjukkan sikap kritis dan kreatif dalam menulis artikel berita yang informatif dan menarik, serta sikap peduli dan empati dalam menyampaikan informasi yang relevan dan bermanfaat bagi khalayak.

- Berkolaborasi: Siswa dapat menunjukkan kemampuan kolaboratif dalam bekerja sama dengan teman sekelompok atau kelas dalam mengumpulkan informasi, menulis artikel berita, dan memberikan umpan balik.

- Berdaya Saing: Siswa dapat menunjukkan kemampuan komunikatif dalam menyajikan artikel berita secara lisan atau tulisan kepada khalayak, serta kemampuan adaptif dalam menghadapi tantangan dan perubahan di era digital.

Model dan/atau Metode Pembelajaran

Dalam modul ajar ini, model pembelajaran yang digunakan adalah Project Based Learning (PBL). PBL adalah model pembelajaran yang mengajak siswa untuk melakukan proyek yang berkaitan dengan masalah nyata atau kebutuhan aktual. Dalam PBL, siswa akan terlibat secara aktif dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek yang mereka pilih atau tentukan bersama. Proyek tersebut harus memiliki tujuan yang jelas, proses yang sistematis, produk yang berkualitas, dan presentasi yang efektif.

Media dan Sumber Belajar

Dalam modul ajar ini, media dan sumber belajar yang digunakan adalah sebagai berikut:

- Buku teks Bahasa Indonesia kelas 10

- Media massa cetak atau daring yang menyajikan artikel berita

- Internet dan perangkat digital (laptop, tablet, smartphone)

- Aplikasi pengolah kata (Microsoft Word, Google Docs)

- Aplikasi presentasi (Microsoft PowerPoint, Google Slides)

Ruang Lingkup

Dalam modul ajar ini, ruang lingkup pembelajaran adalah sebagai berikut:

- Kompetensi Inti (KI): KI 3 (Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri) dan KI 4 (Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri).

- Kompetensi Dasar (KD): KD 3.10 (Menulis teks laporan hasil observasi tentang fenomena sosial budaya) dan KD 4.10 (Menyusun teks laporan hasil observasi tentang fenomena sosial budaya dengan memperhatikan struktur teks dan kaidah kebahasaan).

- Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK): IPK 3.10.1 (Mengidentifikasi informasi terkini tentang fenomena sosial budaya dari berbagai sumber), IPK 3.10.2 (Menyusun kerangka teks laporan hasil observasi tentang fenomena sosial budaya), IPK 3.10.3 (Menulis teks laporan hasil observasi tentang fenomena sosial budaya dengan memperhatikan struktur teks), IPK 3.10.4 (Menulis teks laporan hasil observasi tentang fenomena sosial budaya dengan memperhatikan kaidah kebahasaan), IPK 4.10.1 (Mengevaluasi teks laporan hasil observasi tentang fenomena sosial budaya dari segi struktur teks), IPK 4.10.2 (Mengevaluasi teks laporan hasil observasi tentang fenomena sosial budaya dari segi kaidah kebahasaan), IPK 4.10.3 (Merevisi teks laporan hasil observasi tentang fenomena sosial budaya sesuai dengan hasil evaluasi), IPK 4.10.4 (Menyajikan teks laporan hasil observasi tentang fenomena sosial budaya secara lisan atau tulisan kepada khalayak).