Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Doa agar Dilindungi dari Kezaliman

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 20 Dzulhijjah 1442

Doa agar Dilindungi dari Kezaliman
Saudataku, tema muhasabah hari ini masih berusaha mengambil ibrah dari doa atau permohonan yang disuriteladankan oleh para rasul dan orang-orang beriman yang diabadikan oleh Allah dalam al-Qur'an. Kali ini  tentang permohonan yang dipanjatkan oleh Nabi Musa as dan istri Fir'aun agar dilindungi dan diselamatkan dari gangguan orang-orang yang zalim dan selamat dari kezaliman.

Allah berfirman yang artinya Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: "Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasihat kepadamu". Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu". (Qs. Al-Qashas 20-21)

Dan, Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim" (Qs. Al-Tahrim 11)

Mengapa Nabi Musa as dan juga istri Fir'aun sendiri berlindung kepada Allah dari orang zalim dalam ini Fir'aun dan berlindung dari perbuatan/ kezalimannya?. Ya, karena zalim atau kezaliman itu merupakan bentuk kekafiran yang nyata, sikap bengis, tidak menaruh belas kasihan, tidak adil, lalim, kejam, suka menindas, menganiaya sesamanya juga diri sendiri, dan berbuat sewenang-wenang. Kira-kira, lengkap sudah bentuk akhlak tercela berhimpun dalam kata zalim.

Dan benar, di ayat lain Allah menegaskan dalam firmanNya yang artinya, Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. (Qs. Yunus 103) 

Doa atau permohonan perlindungan dari orang-orang zalim dan kezaliman senantiasa aktual dan dapat didampaikan oleh orang-orang beriman kapanpun dan di manapun. Karena bisa jadi kita tidak bisa memastikan keberadaan orang-orang zalim dan kezaliman yang ada di sekitar kita. Maka doa dan permohonan perlindungan dari orang-orang zalim dan kezaliman merupakan langkah preventif. 

Bila belum pasti keberadaan orang-orang zalim dan kezaliman saja kita sudah berdoa, apalagi ketika benar-benar nyata di kehidupan sosial kita. Dengan demikian kita berlindung kepada Allah dari gangguan orang-orang zalim dan juga berlidung kepadaNya agar tidak termasuk orang-orang zalim. Allahu a'lam