Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Doa agar Diselamatkan

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 18 Dzulhijjah 1442

Doa agar Diselamatkan
Saudaraku, muhasabah hari ini kita masih akan mengambil ibrah dari permohonan Nabi Ibrahim as pada Allah, yakni memohon agar diselamatkan. Saat itu, ketika Ibrahim dilontarkan hidup-hidup di kobaran api yang sangat dahsyat buatan Raja Namrud, semua orang berpikir Ibrahim pasti akan menjadi abu menyatu dengan onggokan abu dari kayu bakar yang menggunung. Tetapi betapa tersentaknya Raja Namrud dan semua orang, ternyata Ibrahim tak kurang sehelai rambutpun. Mengapa? Ya, karena Ibrahim khalilullah diselamatkan oleh Allah yang maha mencintainya. 

Saat itu, rasanya daya dan kekuatan secara manusiawi, tak mungkin sanggup bertahan eksis di kobaran api yang menyala-nyala begitu besar. Ketika daya dan kekuatan manusia tak lagi bermakna, maka orang-orang beriman justru bisa sepenuhnya bersandar pada Allah zat yang maha perkasa sebagai sandaran yang tak akan pernah menyia-nyiakan hamba-hambaNya. Pada saatnya, ketika hati sudah diliputi kehadiran Ilahi, kesadaran akal pun sudah bersikukuh memikirkan kemahabesaranNya, maka lisan bisa menjemput karuniaNya sembari memohon agar diselamatkan.

Begitulah kisah Ibrahim yang diselamatkan Allah Kekasihnya. Begitu juga halnya saat Nabi Yunus dalam perut ikan yang menelannya, dan Nabi Muhammad saw detik-detik akan hijrah ke Yatsrib padahal kediamannya sudah rapat dikepung oleh para algojo pilihan representasi seluruh kabilah Arab agar tak bisa dituntut balas sekiranya Muhammad terbunuh. Inilah kisah orang-orang pilihan yang diselamatkan Allah.

Khusus tentang Ibrahim, pasca penghancuran semua berhala yang telah dilakukannya, maka Raja Namrud saat itu murka sehingga memerintahkan memburu Ibrahim hidup atau mati. Dan setelah Ibrahim ditemukan, maka Raja Namrud memerintahkan rakyatnya membuat bangunan tinggi untuk eksekusi pembakaran Ibrahim agar bisa disaksikan oleh semua orang perihal kesudahan orang yang berani menentang titah penguasa.

Allah berfirman:
قَالُوا۟ ٱبْنُوا۟ لَهُۥ بُنْيَٰنًا فَأَلْقُوهُ فِى ٱلْجَحِيمِ
Artinya: "Mereka berkata: "Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim; lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu," (Qs. Al-Shaffat 97).

Raja Namrud beserta antek-anteknya tentu merasa puas menyaksikan betap Ibrahim akan menggelepar-nggelepar menjemput ajalnya di kobaran api yang menjilat-njilat sangat tinggi. Tetapi, Allah selalu bersama hamba-hambaNya. Maka Ibrahimpun dalam kondisi segar bugar tak kurang suatu apa. Lalu apa doa yang dibaca oleh Nabi Ibrahim as sehingga diselamatkan oleh Allah.

Untuk ini terdapat sebuah riwayat dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa “hasbunallah wa ni’mal wakiil” adalah doa Nabi ‘Ibrahim as ketika hendak dilempar ke dalam api. Sedangkan Nabi Muhammad saw mengatakan kalimat tersebut dalam ayat:

إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (HR. Bukhari no. 4563).

Ya sebagai manusia, kita mesti menyadari bahwa sejatinya tiada daya upaya kecuali atas anugrah Allah ta'ala. Ketika daya kekuatan dan pikiran mentok, maka orang-orang beriman justru bisa sepenuhnya bersandar pada Allah zat yang maha perkasa. Inilah puncak ikhtiar,  sehingga Allah hadir menyelimuti hati, kesadaran akal pun sudah bersikukuh memikirkan kemahabesaranNya, maka lisan bisa menjemput karuniaNya sembari memohon agar diselamatkan. Hasbunallah wa ni’mal wakiil” cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.