Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Doa agar Meraih Surga

Sri Suyanta Hatsa
Muhasabah 29 Dzulhijjah 1442

Doa Agar Meraih Surga
Saudaraku, di ujung-ujung bulan Dzulhijjah ini tema muhasabah hari ini masih berusaha mengambil ibrah dari doa atau permohonan yang disuriteladankan oleh  Rasulullah. Kali ini tentang permohonan agar dimasukkan ke surga dan dijauhkan dari neraka. Inilah doa yang lazim disampaikan sebagai kesimpulan doa, maka disampaikan di akhir sebagai doa pamungkas atau doa penutup. Mengapa? Ya, karena semua permohonan bermuara di sini.

Dari Anas bin Malik ra, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang meminta surga tiga kali, maka surga akan berkata: 'Ya Allah, masukkan lah dia ke dalam surga.' Dan siapa yang memohon perlindungan dari neraka tiga kali, maka neraka akan berkata: 'Ya Allah, lindungilah dia dari neraka." (HR. Ahmad, Nasa'i, Turmudzi)

Secara umum, doa atau permohonan dimasukkan ke surga dan dijauhkan dari neraka merupakan puncak permohonan hamba. Dan secara khusus sebenarnya masih ada lagi, yakni permohonan agar dimasukkan ke surga bersama keluarga, atau doa agar dimasukkan ke surga tanpa hisab, atau doa agar dimasukkan ke surga yang tertinggi yakni Surga Firdaus, atau doa agar dimasukkan surga bersama Nabi. 

Bagi kita yang orang biasa-biasa saja ini - ya biasa iman dan ketakwaannya, ya ibadahnya, ya amal shalihnya - rasanya kok harus tahu diri, boro-boro masuk surga tanpa hisab atau surga tertinggi atau surga bersama Nabi,  bisa masuk surga saja sudah suatu anugrah yang tak terkira kenikmatannya. 

Coba bayangkan para sufi yang cintanya begitu besar kepada Allah dan kedekatannya yang begitu luar biasa saja umumnya mengadu pada Allah bahwa dirinya tidak layak masuk surga, tetapi juga tidak sanggup masuk neraka, maka hanya dengan berharap belas kasih sayangNya senoga Allah melindungi dirinya dari neraka.

Tetapi doa tetaplah menjadi hak hamba. Maka memohon surga yang tertinggi sekalipun atau meminta dimasukkan ke surga bersama Nabi tetap hak hamba ke atas Rabbnya. Dan tentu saja permohonan yang jujur dan tulus ikhlas harus bersesuaian dan disertai dengan usaha dan amaliyahnya yang sesuai. Artinya bila memohon surga, maka idealnya harus beramal atau beribadah seperti ahli surga. Bila memohon agar dimasukkan ke surga bersama keluarga, maka seluruh anggota keluarga juga harus berusaha beriman dan beramal shalih semuanya; saling ingat mengingatkan pada sabar dan takwa. Dan seterusnya.

Adapun berkenaan dengan permohonan agar dijauhkan dari neraka lazimnya tanpa ditambahi dengan peringkatnya. Mengapa? Ya, tentu saja semua kita berlindung kepada Allah agar dijauhkan sejauh-jauhnya dari neraka (titik). Karena semua neraka itu tidak enak dan semuanya mengerikan, meski neraka yang paling ringan sekalipun. Jadi, kita memohon kepada Allah agar dijauhkan dari neraka. Dan tentu saja, pernohonan agar dijauhkan dari neraka juga harus dibarengi dengan upaya yang sungguh-sungguh untuk menjauhi perbuatan dosa. 

Dan perlu ditegaskan bahwa pernohonan agar bisa meraih ke surga dan dijauhkan dari neraka sejatinya sudah efektif sejak sekarang di dunia ini. Oleh karenanya sejak hidup di dunia ini sudah harus memantaskan diri menjadi layak meraih surga dan menjadi layak jauh dari neraka. Aamiin.