Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Doa agar Terhindar dari Fitnah

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 17 Dzulhijjah 1442

Doa agar Terhindar dari Fitnah
Saudaraku, muhasabah hari ini kita masih akan mengambil ibrah dari doa permohonan Nabi Ibrahim as pada Allah yang termaktub dalam al-Qur’an, yakni doa agar terhindar daro fitnah. Allah berfirman yang artinya “ Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami, Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (QS Al-Mumtahanah 5).  

Mengapa kita harus berlindung kepada Allah dari fitnah orang-orang kafir? Ya, di antaranya karena fitnah itu merupakan hoaks yang sangat membahayakan, bahkan lebih kejam dari pembunuhan. Fitnah juga dipahami sebagai berita atau perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran dan sengaja disebarkan dengan maksud menjelekkan orang seperti menodai nama baik, dan merugikan kehormatan. Misalnya label teroris, rasis, undisipliner atau label negatif lainnya yang dialamatkan kepada orang-orang Islam yang taat. Sehingga dengan lebel-label ini membentuk opini negatif pada Islam. Kita pun harus terus berlindung kepada Allah dari fitnah dan menjadi sasaran fitnah. Inilah mengapa doa yang menjadi tema muhasabah hari ini, padahal dipanjatkan ribuan tahun yang silam oleh Nabi Ibrahim as tetap relevan untuk masa sekarang.

Dalam normativitas yang terjemahannya tertera di atas, setidaknya terdapat dua permohonan Nabi Ibrahim as, yakni agar Allah tidak menjadikan dirinya sebagai sasaran fitnah bagi orang-orang kafir dan dianugrahi ampunan dosa.

Pertama, permohonan agar Allah tidak menjadikan dirinya sebagai sasaran fitnah bagi orang-orang kafir. Nabi Ibrahim as memanjatkan permohonannya pada Allah agar tidak menjadikan dirinya dan orang-orang beriman sebagai sasaran fitnah bagi orang-orang kafir.  Maksudnya Nabi Ibrahim memohon kepada Allah agar tidak memberi kemenangan pada orang-orang kafir atas orang-orang beriman. Karena dengan kemenangannya bisa-bisa menyebabkan mereka akan merasa berada di jalan yang benar, lalu dengan itu mereka mencurahkan segala daya untuk mempengaruhi orang-orang beriman.

Permohonan agar tidak menjadikan dirinya sebagai sasaran fitnah bagi orang-orang kafir ini relatif relevan sepanjang masa, bisa terus aktual sampai hari ini bahkan hingga akhir zaman. Oleh karenanya bisa dipanjatkan kepada Allah kapan saja agar benar-benar terhindar sebagai sasaran fitnah bagi orang-orang kafir. Agar terwujud, maka orang-orang beriman harus menang tampil sebagai penguasa atau pemegang kebijakan dalam masyarakat atau bangsa dan negara.

Kedua, permohonan ampunan dosa. Seandainya menjadi kenyataan bahwa orang-orang beriman masih berada dalam kelemahan ketakberdayaan, maka berharap ampunan Allah sehingga bisa segera keluar dari situasi yang tidak diinginkan menjadi sikap yang paling bijak. Karena bisa jadi kelemahan yang diderita, diakibatkan saking banyaknya dosa. Maka dengan ampunanNya, Allah akan segera membebaskan kita dan orang-orang beriman dari fitnah juga dari nestapa dunia dan akhirat kelak. 

Allah yang dengan kemahaperkasaanNya semoga senantiasa melindungi kita hamba-hambaNya dari sasaran fitnah orang-orang kafir dan dengan kemahabijakanNya mengampuni hamba-hambaNya. Aamiin