Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Doa Memohon Rezeki

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 25 Dzulhijjah 1442

Doa Memohon Rezeki
Saudaraku, tema muhasabah hari ini masih berusaha mengambil ibrah dari doa atau permohonan yang disuriteladankan oleh para rasul yang diabadikan oleh Allah dalam al-Qur’an. Tema muhasabah hari ini tentang doa atau permohonan yang disampaikan oleh Nabi Musa as dan Isa as kepada Allah agar dianugrahi rezeki. Allah berfirman yang artinya Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku".(Qs. Al-Qashas 24)

Isa putra Maryam berdoa: "Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; anugrahkan rezeki kepada kami, dan Engkaulah Pemberi rezeki Yang Paling Utama". (Qs. Al-Maidah 114)

Baik Nabi Musa maupun Nabi Isa berdoa memohon kepada Allah al-Razzaq, Allah al-Wahhab agar diaugrahi rezeki. Rezeki itu ya semua pemberian Allah berupa kebaikan atau kenikmatan, termasuk kesempatan menolong orang lain seperti yang dilakukan Nabi Musa dalam konteks ayat dan segala keberkahan yang diturunkan dari langit seperti hidangan yang dipinta oleh Nabi Isa as atas desakan kaumnya yang meminta bukti kerasulannya.

Dalam makna yang lebih luas, termasuk di antara rezeki adalah kita masih dalam keadaan Islam dan beriman kepada Allah, dianugrahi kesehatan yang prima tidak terpapar covid 19, kesempatan menambah pundi-pundi kebaikan, kemauan belajar menambah penguasaan ilmu, kemampuan mengamalkan ilmu, kecemerlangan berpikir,  keluarga yang shalih shalihat, hidupnya aman sejahtera, harta yang cukup, tahta yang menjanjikan kemudahan, kemampuan menjaga keistikamahan dalam melakukan kebaikan dan konsisten dalam beribadah pada Allah (misalnya shalat dhuha, bangun dini hari, shalat tahajud, berdoa saat sahur, puasa termasuk yang sunat, tilawah al-Qur'an, berdzikir), berbagi pada sesama, dan dalam kondisi sehat wa afiat.

Di sanping itu rezeki datang dan diterima oleh orang-orang beriman yang berdoa bisa melalui apa atau siapa saja yang sering tidak diduga-duga.  Bisa melalui shalat-shalatnya, atau karena puasanya atau melalui ketaatannya pada Allah selama ini, atau melalui keluarga dan orang-orang terdekatnya atau melalui tamu dan saudaranya yang berkunjung atau dari lainnya yang tak diperkirakan sebelumnya.

Denikian juga waktu datangnya rezeki tak disangka-sangka. Orang-orang beriman yang berdoa memohon rezeki senantiasa dianugrahi rezeki yang datangnya sering tidak disadari dan tidak diprediksi sebelumnya. Dan banyak kadarnya rezeki juga tak disangka-sangka. Orang-orang beriman yang berdoa memohon rezeki senantiasa dianugrahi rezeki yang jumlahnya beragam dan kadarnya banyak sering tidak disadari dan tidak diprediksi sebelumnya. Di samping seperti yang telah disebut di atas, juga dengan doanya maka orang-orang yang berdoa juga memperoleh untung besar dalam berniaga, atau mendapatkan pekerjaan yang layak atau promosi jabatan, menemukan jodoh idamannya, kemudian dikaruniai anak atau anak-anaknya diterima di sekolah atau perguruan tinggi pilihan dan seterusnya.

Keberkahan rezeki juga tak disangka-sangka. Semua karunia pemberian Allah tersebut senantiasa disyukurinya, sehingga terus bertambah dan melimpah. Kebaikannya juga dapat dirasakan bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga keluarga, bahkan sesamanya. Aamiin ya Razzaq ya Wahhab
...