Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Doa Nabi Yunus agar Diselamatkan

Sri Suyanta Harsa

Muhasabah 19 Dzulhijjah 1442


Doa Nabi Yunus agar Diselamatkan

Saudaraku, dalam muhasabah yang baru lalu kita telah mengambil ibrah atas diselamatkanNya Nabi Ibrahim dari kobaran api Raja Namrud, maka muhasabah hari ini tentang diselamatkanNya Nabi Yunus dari ikan paus yang menelannya. Meskipun sama-sama diselamatkan oleh Allah, namun terdapat perbedaan sebab dari kedua kisah teladan ini. Karena perbedaan sebab, maka doa permohonan keselamatan yang dibacapun berbeda.


Pada kisah Nabi Ibrahim, penyebab ia dibakar oleh Raja Namrud adalah karena penghancuran semua berhala sesembahan mereka yang telah dilakukan Ibrahim sebelumnya. Raja Namrud saat itu murka sehingga memerintahkan memburu Ibrahim hidup atau mati. Dan setelah Ibrahim ditemukan, maka Raja Namrud memerintahkan rakyatnya membuat bangunan tinggi untuk eksekusi pembakaran Ibrahim agar bisa disaksikan oleh semua orang perihal kesudahan orang yang berani menentang titah penguasa. Allah berfirman yang artinya: "Mereka berkata: "Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim; lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu," (Qs. Al-Shaffat 97).


Jadi penyebab Ibrahim diuji dalam bentuk dibakar oleh Raja Namrud karena telah benar-benar berusaha mengajak untuk menyembah Allah. Ibrahim menghancurkan berhala dan melenyapkan sarana kemusyrikan. Sementara penyebab Nabi Yunus diuji ditelan ikan paus adalah karena ketidaksabarannya dalam berdakwah mengajak kaumnya menyembah Allah, sehingga ia "pergi melarikan diri".


Dikisahkan setelah diangkat menjadi seorang rasul, seperti nabi dan rasul sebelumnya, Yunus menyeru kaumnya di daerah Nainawa Irak untuk menyembah Allah semata, meninggalkan berhala atau sesembahan lainnya. Tetapi kaumnya menolak ajakanNabi Yunus meski sudah disampaikan berkali-kali. Setelah kaumnya tidak mau mendengar dakwah Nabi Yunus, beliau kecewa dan sedih, lalu pergi "melarikan diri" meninggalkan Nainawa menuju Halab (Aleppo) di Suriah, dan terus menuju Yafa Palestina menuju pantai Laut Tengah, berencana berlayar menuju Tarsyisy di Tunis.


Allah berfirman yang artinya sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, (ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan, kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit. Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu. Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu. (Qs. Al-Shaffat 140-148)


Sebelum pergi, Nabi Yunus mengancam kaumnya, kalau mereka tetap saja musyrik, maka nantinya akan turun azab Allah sehingga mereka binasa. Dan ternyata sepeninggal Nabi Yunus, penduduk Nainawa mulai menyadari kesalahannya. Mereka mulai khawatir akan turunnya azab Allah seperti yang disampaikan oleh Nabi Yunus sebelumnya.  Akhirnya mereka bertaubat dan mau mengikuti seruan Nabi Yunus, meski Nabi Yunus sendiri sudah pergi. Karena sudah beriman, maka Allah tidak jadi menurunkan azab kepada mereka. Iman telah menyelamatkannya dari azab Allah. Allah berfirman yang artinya  “Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.” (Qs. Yunus 98)


Singkat cerita, Nabi Yunus diselamatkan oleh Allah dan akhirnya kembali ke kaumnya untuk bersama-sama mengabdi pada Ilahi, sehingga mempereleh keberkahan karenanya. Nah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Yunus saat di dalam perut ikan diceritakan oleh Allah dalam firmanNya, yang artinya Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. (Qs. Al-Anbiya' 87-88)


Berdasarkan dua kisah Qur'ani yakni tentang diselamatkannya Nabi Ibrahim dan Nabi Yunus dapat diambil ibrah dan natijahnya. Di antaranya, bila diuji lantaran bersikap benar, maka bisa memperbsnyak doa seperti yang dicontihkan oleh Nabi Ibrahim. Tetapi ketika diuji lantaran "perilaku salah", maka bisa dibaca seperti doa yang diucapkan oleh Nabi Yunus.


Misalnya ketika kita diuji lantaran keistikamahan dalam dakwah atau memberantas kemusyrikan di atas bumi ini, maka kita bisa memohon seperti permohonan Nabi Ibrahim as. Tetapi ketika kita diuji seperti adanya "kegelapan isolasi akibat covid 19" karena keteledoran kita sebagai manusia, maka bisa memperbanyak memohon seperti doa yang dipanjatkan oleh Nabi Yunus agar Allah segera mengeluarkan kita dari gelapnya perut ikan (baca dari bahaya keterkungkungan dan dari kematian akibat covid 19) ini.


Aamiin