Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lahirnya Kemurnian

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 13 Rabiul Awwal 1443

Lahirnya Kemurnian Akidah.
Saudaralu, di samping keteladanan sebagaimana telah diingatkan dalam muhasabah yang lalu, maka kelahiran Nabi Muhammad saw juga membawa pesan ketauhidan. Inilah yang melatari muhasabah sehingga diracik di bawah judul lahirnta kemurnian (beragama).

Kemurnian berasal dari kata murni, sebagai masdar yang memakna asli, tidak bercampur dengan selainnya, sesuai fitrah. Upayanya disebut pemurnian atau purifikasi (purification), mengakomodasi seluruh kegiatan yang dilakukan untuk memurnikan praktik keberagamaan terutama dalam ranah akidah, 

Bayangkan Nabi Muhammad saw lahir di "zaman yang salah dan bermasalah", sehingga dikenal dengan era jahiliyah. Sendi-sendi ketauhidan yang diajarkan oleh serangkaian para rasul telah digerogoti oleh zaman sehingga merebak praktik syirik di mana-mana. Di seputar Kakbah saja terdapat 360 berhala yang disembah dan dipuji dipuja oleh penggemarnya.

Idealnya, Allah sebagai satu-satunya Ilah yang disembah, sehingga tidak boleh disyarikatkan dengan siapapun atau apapun juga. Menambah-nambahi atau menguranginya atau mengada-ngada dalam akudah dilarang karena termasuk syirik atau khurafat atau tahayul. Seperti menyembah berhala, meminta-minta doa restu padanya. Terhadap semua tdeskrepansi,tambahan atau tempelan berupa adat kebiasaan, tradisi, budaya terhadap ajaran aslinya ranah akidah dimurnikan kembali oleh Nabi. 

Nah, kita sekarang ini mari menguatkan memperkukuh akidah di hati, dengan segera bangun tidur untuk menjemput karunia Allah ta'ala. Pastikan segera ambil air sembahyang; shalat malam, dzikir, tilawah Qur'an,  bermunajat kepada Allah memohon ampunan dan berharap agar Allah memberi hidayah dan kekuatan kepada kita untuk istikamah menyembaNya saja. Aamiin

Allahu alam