Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pesan Gerak

Sri Suyanta Harsa
Muhasabah 7 Muharam 1443

Pesan Gerak 
Saudaraku, di samping ibrah adanya perubahan, ikhtiar, peradaban, pengorbanan, tawakal dan ketulusikhlasan, pragmen hijrah juga mengajarkan tentang gerak. Inilah yang melatari tema muhasabah hari ini sehingga diracik di bawah judul pesan gerak. Dan gerak itu tentu dinanis. Betapa tidak!

Sandainya gerak dimaknai sebagai perpindahan tempat, maka hijrahnya Nabi dan para sahabat bukankah telah membuktikannya. Nabi dan para sahabat telah berhijrah dari Makkah ke Yastrib (nantinya menjadi Madinah). Dan seandainya gerak dimaknai sebagai perubahan atau bahkan kebangkitan, maka bukankah hijrahnya Nabi Muhammad saw dan para sahabat benar-benar menjadi kilas balik peradaban Islam sehinga menjadi gilang-gemilang.

Dengan demikian pemaknaan makaniyah meupun maknawiyah, hijrah sarat dengan pesan gerak. Maka wajar bila dikatakan bahwa hijrah merupakan gerak, gerak bermakna berubah, dan perubahan merupakan sunatullah sehingga hijrah merupakan sunatullah. Karena sebagai sunatullah, maka gerak menjadi keniscayaan kehidupan. Dengan demikian, orang baru dikatakan hidup bila ada gerak (baca berubah ke arah yang lebih maslahah). 

Seperti dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat mulia, gerak harus fokus berorientasi pada satu arah dan satu tujuan, menggapai ridha Ilahi. Inilah teleologis dalam Islam.  Dengan demikian ibrahnya, gerak dalam mengarungi kehidupan ini, seseorang harus fokus yaitu bergerak ke arah dan mengorientasikan hidup pada ridha Allah.
Inilah mengapa dalam menjalani hidup di dunia ini, kita mesti bergerak, dan melakukan perubahan ke arah yang lebih maslahah. Gerak yang bermakna adalah melakukan perjalanan menuju arah dan tujuan yang lebih baik, lebih bahagia membahagiakan, lebih sejahtera mensejahterakan. 

Tentu saja, hari ini idealnya harus lebih baik dari hari kemarin. Dan hari ini kita manfaatkan untuk merencanakan dan berazam akan bergerak, melakukan perubahan, berbuat, berkarya, dan beramal lebih baik untuk esok hari, baik di dunia ini maupun akhirat nanti. Aamiin