Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Iskandar Hasibuan : Pendidikan Bermutu dan Islami Adalah Amanat UUPA

Iskandar Hasibuan : Pendidikan  Bermutu dan Islami adalah Amanat UUPA

dikdasmenpwmaceh.com - Kuta Cane, 20 Agustus 2023. Pembangunan Mentalitas Bangsa menjadi fokus utama dalam membangun pondasi peradaban bangsa yang kuat dan maju sesuai harapan para pendiri bangsa.

Menurut Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, DR Iskandar Hasibuan "Bahwa Aceh harus bangkit setelah luluh lantak diterpa tsunami dan konflik puluhan tahun, kebangkitan itu kita mulai dari membangun pendidikan anak  bangsa sesuai dengan amanat UUPA bahwa seluruh anak Aceh berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu dan Islami".

"Kedua konsep dasar harus kita wujudkan bersama secara kompak, solid, sepenuh hati dengan membangun sinergitas, kolaboratif antar pemangku semua kepentingan karena itu adalah amanat UUPA sebagai hasil MoU Helsinki yang telah kita nikmati saat ini. Kedamaian yang tercipta saat ini sebagai anugerah Tuhan yang Maha Esa, sehingga kita manfaatkan membangun generasi kita supaya bersikap sesuai Akhlakul Karimah yang mulia dan tingkat kesalehan yang mumpuni sesuai sesuai dengan aqidah yang kita yakini. Uangkapnya.

Saat ini Iskandar Hasibuan menegaskan "Maka Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh mendukung penuh upaya-upaya pemerintah Aceh dalam memajukan pendidikan yang bermutu dan Islami dan penegakan syariat Islam di seluruh wilayah Aceh".

Selain itu, Menurut Ketua Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh ini "Sekolah Muhammadiyah harus meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru. Sehingga lahir Kepala sekolah dan guru Muhammadiyah yang profesional, yaitu guru yang mampu mengajar dengan memanfaatkan sistem pembelajaran digital atau digitalisasi pendidikan dalam bidang studi yang diajarkan secara merata di seluruh sekolah muhammadiyah di Aceh". Ungkapnya 

"Guru tidak hanya pemegang ijazah sarjana, tetapi mereka harus dilatih untuk menjadi guru yang terampil dalam praktik belajar mengajar. Guru kompeten akan melaksanakan tugas belajar mengajar di kelas dengan penuh semangat dan menyenangkan, serta penuh makna, murid selalu mendapatkan hal baru setiap kali masuk kelas untuk belajar. Pada akhirnya guru kompeten akan melahirkan murid-murid yang rajin belajar karena mereka mencintai proses pembelajaran dan memahami arti penting bagi masa depan". 

"Majelis didasmen PWM Aceh akan mendorong meningkatan SDM Kepala sekolah dan guru dengan pelatihan keterampilan bagi guru-guru Muhammadiyah, supaya arah pendidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah Aceh berkembang seiring dengan perkembangan zaman".

"Di Era digitalisasi turut juga mempengaruhi model pendidikan. Proses pembelajaran lebih bervariasi tidak hanya semata-mata menggunakan media pembelajaran berbentuk abstrak tapi juga berbentuk video pembelajaran yang bisa diunduh di internet. Apalagi Muhammadiyah Punya Aplikasi pembelajaran digital sendiri "EDUMU". Tutupnya

Demikian disampaikan Iskandar disela-sela kunjungannya ke Kutacane dalam rangkaian Musyda Muhammadiyah dan Aisyiyah.(RD)