Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menggagas Masa Depan Bersama SMAIT Entrepreneur Muhammadiyah Bireuen

 


Menggagas Masa Depan Bersama SMAIT Entrepreneur Muhammadiyah Bireuen Menggagas Masa Depan Bersama SMAIT Entrepreneur Muhammadiyah Bireuen




Sekarang jamannya digital, bahkan sudah masuk ke era IA (artificial intelligent). Semua menjadi mudah. Dengan adanya IA tentu akan mempengaruhi kehidupan manusia, termasuk dunia pendidikan.

AI adalah Kecerdasan buatan di atas kemampuan google dan merupakan teknologi yang dirancang untuk membuat sistem komputer mampu meniru kemampuan intelektual manusia. Bahkan AI mampu belajar dari pengalaman, mengidentifikasi pola, membuat keputusan, dan menyelesaikan tugas-tugas kompleks dengan cepat dan efisien dengan kemampuan pengumpulan data. Luar biasa bukan?

Jadi jadi jaman saat ini, manusia kalah dengan kemampuan IA. Karena kekutan memori dan datanya luar biasa! Nah tapi ada yang tidak bisa dilakukan oleh IA. Hal ini tentu manusia masih bisa mengalahkan IA. Hal inilah yang harus dipahami oleh guru dan kepala sekolah.

Smait Enmu Bireuen sudah mempersiapkan sejak dini sehingga siswa bisa masuk kedunia industri dan menggagas masa depan di era IA Yang teknologi semakin canggih. Gak mau kalah sama yang namanya IA.

Sekolah harus mempersiapkan apa yang dibutuhkan siswa. Menurut saya siswa bukan hanya membutuhkan data, sain dan informasi atau pengetahuan saja. Tapi yang dibutuhkan siswa adalah Humanisme, respek atau simpatik terhadap manusia yang lain. Siswa juga membutuhkan kekuatan untuk terus melangkah dan tidak mudah putus asa.

Sekolah harus menfalitasi siswa untuk memberi ruang imajinasi, kreatifitas, inovasi dan kemerdekaan berfikir. Karena ijazah semakin tidak laku lagi. Hal inilah yang akan kami lakukan dalam rancangan kurikulum di SMAIT Entrepreneur Muhbir. Sehingga siswa mampu masuk kedunia industri.

Sebenarnya inilah yang dicontohkan oleh Rasul, Nabi Muhammad saw. Siddiq, amanah, fathonah dan tabliq. Siddiq diterjemahkan menjadi personal excelent, amanah diterjemahkan menjadi interpersonal capital, fathonah adalah personalism quality dan computent. Dan tabliq adalah transfomatif, comunicative and Leadership.

Ke 4 hal di atas adalah kehebatan nabi, multijaman, visioner dan sehingga menjadi kunci sukses mendidik genenarasi terbaik. Sehingga Islam menyebar keseluruh dunia. Dan Rasul tercatat manusia paling sukses dan berpengaruh didunia.

InsyaAllah SMAIT entrepreneur Muhammadiyah Bireuen akan menjadikan konsep nabi muhammad untuk sukses dimasa yang akan datang. Konsep rasul akan menjadi implementasi dalam kurikulum juga secara konsisten diaplikasikan oleh siswa disekolah dan memasuki dunia industri. Nabi sukses ummatNyapun suskes!.

Rizki Dasilva S.Pd.I, MA
KEPALA SMAIT ENMU Bireuen